Sudah Efektifkah Plastik Berbayar?

Plastik Berbayar

Hampir semua orang tidak akan terlepas dari plastik dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari pasti kita menggunakan plastik untuk membawa belanjaan, membawa barang, ataupun mengumpulkan sampah. Tidak hanya sebagai wadah belanja, plastik juga dipakai untuk semua kemasan makanan maupun barang. Selain praktis, plastik juga dapat menahan air sehingga efektif untuk kemasan apapun yang tidak boleh terkena cairan.

Sejak puluhan tahun yang lalu, peneliti sudah menerbitkan hasil penelitiannya perihal sampah plastik. Sampah itu tersebar di darat dan di laut. Menurut penelitian, plastik di laut baru terurai setelah 450 tahun. Plastik di laut berasal dari darat, yang berarti bekas pemakaian lalu dibuang ke laut atau dibuang ke sungai dan mengalir sampai laut.

Banyak pecinta lingkungan mengkampanyekan agar masyarakat mengurangi pemakaian plastik terutama plastik kresek yang mendominasi jenis sampah. Isu ini mencuat sejak terdapat kasus ditemukannya banyak hewan laut yang mati dan ditemukan banyak plastik didalam perutnya. Juga ada hewan yang mati karena terlilit plastik dan tidak dapat bergerak. Begitu banyak dampak plastik bagi hewan laut yang terganggu habitatnya karena ulah manusia dengan pemakaian kantong plastik yang tidak terbendung.

Dari berbagai kasus itu tercetuslah program baru pemerintah yaitu plastik berbayar yang diharapkan dapat mengurangi sampah plastik. Untuk saat ini, plastik kresek lah yang menjadi objek utama yang akan dikurangi jumlah sampahnya. Untuk itu setiap kantong plastik dikenakan biaya Rp 200. Cara ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih bijak memakai kantong plastik dan lebih memilih kantong belanja sendiri.

Sampai saat ini banyak pihak yang beranggapan bahwa cara tersebut kurang efektif. Rp 200 tidak membuat masyarakat beralih menggunakan kantong yang dibawa sendiri karena harga plastik terlalu murah. Lagipula kebijakan ini juga baru diterapkan di ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, Hypermart, Carrefour, dll. Masyarakat yang setuju dengan program ini dan ingin program ini terus berlangsung menyayangkan harga plastik kresek yang terlalu murah sehingga masyarakat masih enggan membawa kantong plastik dari rumah ketika berbelanja.

Persoalan sampah adalah masalah yang tidak akan pernah selesai selagi terdapat makhluk hidup yang beraktivitas. Banyak kebijakan pemerintah yang keluar untuk persoalan sampah. Plastik berbayar hanya salah satu usaha pemerintah dalam menekan sampah yang tidak terbendung jumlahnya. Sepatutnya di dalam rumah tangga sudah diterapkan pemisahan sampah kering dan sampah basah. Pemisahan tersebut dapat membantu pemerintah memilah sampah mana yang bisa didaur ulang dan yang sudah tidak bisa didaur ulang. Ada rejeki pemulung dalam sampah kering yang kita pisahkan.

PLASTIK-BERBAYAR-2

Sumber Foto: www.google.com, www.greenpeace.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *