Joki 3 in 1 Riwayatmu Kini

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, sudah menjalankan rencana percobaan penghapusan penerapan 3 in 1 di sejumlah jalan protokol di Jakarta per 1 April 2016. Ahok menilai 3 in 1 sudah tidak efektif jika masih terus diterapkan. Apalagi dengan maraknya masyarakat yang menjadi joki 3 in 1. Tidak sembarangan, menjadi joki yang dapat mendatangkan banyak uang harus memiliki strategi khusus. Contohnya saja menurut mereka (joki), membawa anak saat bekerja menawarkan jasa joki di pinggir jalan lebih mendapatkan kesempatan yang lebih banyak untuk dipilih karena mengundang iba para pengendara mobil yang membutuhkan jasa mereka. Di situlah terletak masalah baru, yaitu eksploitasi anak.

Menurut Ahok, penghapusan 3 in 1 juga sebagai bentuk mengurangi tingkat eskploitasi anak. Banyak balita yang dibawa bekerja untuk mendapatkan belas kasihan pengendara mobil, diberikan obat penenang agar tidak rewel saat dibawa bekerja dan terus menerus tertidur.

Tapi bagaimana nasib joki 3 in 1 saat ini di masa percobaan penghapusan 3 in 1?

Pasrah

Banyak joki yang hanya dapat pasrah oleh ketentuan gubernur tersebut. Tidak ada yang dapat diperbuat oleh joki karena memang pekerjaan mereka termasuk ilegal. Hanya berharap gubernur memikirkan nasib mereka yang dengan keputusan tersebut berdampak tidak memiliki sumber pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Diberikan Lapangan Pekerjaan

Banyak joki khususnya ibu-ibu mengaku tidak memiliki keahlian khusus selain menjadi joki. Selain tidak memiliki keahlian, mereka mengaku tidak memiliki modal untuk memulai usaha. Meskipun pekerjaan tersebut ilegal, mereka berharap gubernur membuka lapangan pekerjaan untuk mantan joki.

Diterapkan Kembali 3 in 1

Pastinya penerapan kembali 3 ini 1 sangat dibutuhkan oleh para joki. Mereka sudah nyaman dengan pekerjaan tersebut meskipun penghasilan yang mereka dapatkan tidak menentu.

Jika benar 3 in 1 di Jakarta dihapus selamanya dan digantikan dengan sistem yang baru, profesi joki 3 in 1 hanya tinggal kenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *