Jaman Transportasi yang Sudah Berubah

GRABCAR

GRABCAR
Sumber Gamber: Google.com

Disadari atau tidak, dunia dan khususnya Indonesia sudah memasuki era digital yang berkembang sangat cepat. Pada awalnya ditandai dengan menjamurnya warung internet (warnet) yang selalu ada di pinggir jalan sampai ke gang-gang. Selanjutnya ditandai pula dengan cepatnya perkembangan telepon pintar (smartphone) setiap hari. Semakin banyak merek yang sering mengeluarkan versi terbaru dan tercanggih. Disusul dengan merek lain yang tidak kalah menawarkan kecanggihan dan kemudahan untuk menarik pembeli untuk memilih mereknya.

Dengan adanya telepon pintar yang semakin canggih, para pengembang aplikasipun semakin menunjukkan giginya. Pasar mereka tentu saja setiap pengguna telepon pintar. Karena apalah artinya telepon pintar tanpa aplikasi. Semakin maraknya aplikasi mendorong pembuat aplikasi dan para pebisnis memutar otak untuk masuk ke era digital terutama dalam bentuk aplikasi.

Perseteruan antara ojek pangkalan (opang) dan ojek online berbasis aplikasi menunjukkan adanya perilaku masyarakat yang sudah berubah dan semakin praktis. Kini yang sedang hangat diperbincangkan dan baru saja terjadi adalah demo taksi konvensional memprotes adanya uber dan grab taxi yang semakin hari menurut mereka semakin mengkhawatirkan karena secara signifikan mengambil konsumen yang sebelumnya menggunakan jasa mereka dalam hal transportasi.

Sebelum demo taksi tersebut, juga sudah tersiar banyak kabar buruk tentang ojek pangkalan yang menghadang ojek online untuk mengambil penumpang. Ojek pangkalan merasa terdapat penurunan pendapatan sejak adanya ojek online. Malah banyak kabar yang tidak baik bahwa ojek pangkalan mengeroyok ojek online yang ketahuan mengambil penumpang di daerahnya. Perilaku tersebut sudah mengarah ke perilaku yang anarki.

Sebetulnya sejak adanya transportasi berbasis aplikasi yaitu Go-jek, maka beberapa pebisnis mulai memasuki peruntungan yang sama. Setidaknya ada 10 transportasi online berbasis aplikasi yang sudah beroperasi. Di antaranya adalah :

  1. Gojek
  2. Grabbike
  3. Grabtaxi
  4. Uber
  5. Bajaj App
  6. Transjek
  7. Wheel Line
  8. Bangjek
  9. Ojek Syar’i
  10. Bluejek

Banyak pendapat yang berkembang di masyarakat bahwa transportasi konvensional harusnya mengikuti perkembangan jaman. Seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin praktis, para pebisnis juga harus berubah ke arah digital jika tak ingin kehilangan pelanggannya. Perubahan tersebut di antaranya sudah jarang masyarakat yang menunggu taxi di pinggir jalan. Masyarakat hanya tinggal membuka telepon pintar mereka, masuk ke sebuah aplikasi, memesan, dan taxi akan menjemput kerumah. Berbeda sekali dengan jaman sebelum adanya aplikasi transportasi. Bagi yang memiliki rumah di gang, harus keluar jalan besar lalu menyetop taxi. Kemudahan seperti itulah yang membuat konsumen beralih ke transportasi berbasis aplikasi.

Kisruh yang sudah terlanjur ada menjadi PR besar pemerintah khususnya kementrian perhubungan dan juga gubernur. Para pekerja transportasi baik konvensional dan online hendaknya jangan mau diadu oleh perusahaan besar. Regulasi perusahaanlah yang harusnya menjadi pendamai antara transportasi konvensional dan transportasi online.

Incoming search terms:

  • sejarah transportasi konvensional berubah menjadi online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *